Wanita mampu menangis dalam tawanya, wanita juga mampu tertawa dalam tangisnya. Saat wanita berkata “Aku baik-baik saja” padahal kenyataannya hati wanita hancur berkeping-keping.
Mereka sedikit kesulitan mengungkapkan isi hatinya, lukanya, bahkan semua yang membuatnya terluka.
Jika pun mereka bisa mengungkapkannya, mereka tidak mampu mengungkapkan semuanya, selalu ada yang disisakan untuk diungkapkan. Karena dalam kondisi seperti itupun wanita masih memikirkan perasaan prianya.
Mereka tidak ingin prianya sedih dan ragu meskipun di saat bersamaan hatinya sudah hancur lebur. Bagai kapas yang beterbangan yang sulit untuk disatukan kembali dalam sebuah hati yang utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar